Minggu, 21 Juli 2013

BALASAN KEBAIKAN ADALAH KEBAIKAN PULA


Kisah ini terjadi setahun yang lalu, ketika itu saya baru saja pulang kantor. Saya pulang sudah larut sore. Selesai sholat magrib dan isya saya duduk membaca koran diruang tamu. Tiba-tiba saya mendengar suara motor berhenti didepan rumah dan terdengar ucapan salam.
“waalaikumsalam wr. Wbr”. Saya segera menjawab salam tersebut dan membuka pintu.
“Pak Suripto rupanya, silahkan masuk pak”. Jawab saya.
Wajah Pak Suripto tampak agak suram, mungkin dia letih baru pulang kerja seperti saya juga. Setelah bicara kesana sini berbasa basi kutanyakan maksud kedatangan beliau. Pak suripto menjelaskan bahwa tadi pagi ia baru mendapat SMS dari putranya butuh uang Rp. 200.000,- untuk menyelesaikan skiripsinya. Uang tersebut minta dikirimkan segera besok karena ia sangat membutuhkannya.
Kebetulan saat ini ia juga sedang kesulitan uang, tadi siang ia sudah berusaha meminjam temannya dikantor. Tapi keadaannya ya sama juga, mereka tidak ada yang bisa membantu. Selesai sholat magrib ia berpikir keras mau pinjam kemana ya?, “Selesai sholay isya tadi tiba-tiba terlintas wajah bapak dalam pikiran saya, karena itu saya kemari mungkin bapak bisa membantu memberi pinjaman kepada saya untuk mengatasi kebutuhan putra saya ini” katanya menjelaskan.
Saya termenung dan merasa prihatin dengan kesulitan teman saya ini. Saya pikir kalau saya kasih pinjam tentu masalah Pak Suripto tidak sampai disitu saja, tentu dia masih akan dibebani pikiran bagaimana mengembalikan uang itu kelak, saya ingin membantu teman ini secara tuntas, “Pak Ripto saya ingin betul-betul membantu Pak Suripto, kalau uang sebesar itu saya pinjamkan kepada Pak Suripto tentu Pak Suripto masih terbebani pikiran bagaimana mengembalikannya kelak, karena itu saya ingin membantu Pak Suripto dengan memberikan uang sebesar itu dan Pak Suripto tidak perlu memikirkannya lagi kelak” kataku. Pak Suripto tampak terkejut dan air matanya berlinang sambil mengucapkan terimakasih kepada saya.
Selanjutnya Pak Suripto melanjutkan “Pak saya mengucapkan terimaksih kepada Bapak, saya sungguh takjub inilah kekuasaan Allah yang Maha besar, saya teringat kejadian seminggu yang lalu mungkin ini balasan dari apa yang saya lakukan minggu lalu”
“bagaimana ceritanya pak?” kata saya penasaran. Pak Suripto menceritakan pengalaman minggu lalu yang menurut dugaan ada kaitannya dengan bantuan yang diterima hari ini. “Kejadiannya hari minggu ketika itu sehabis sholat dzuhur saya duduk-duduk diberanda rumah. Dirumah sebelah saya lihat ada seorang kakek tua membawa dagangan dan botol aqua kosong menanti didepan pintu pagar. Tidak lama kemudian orang itu beranjak dari rumah depan pagar rumah itu dengan masih menenteng botol aqua kosong itu dan berjalan menuju rumah saya”.
“Assalamualaikum pak, saya ini pedagang sandal sudah sejak kemarin belum ada penglaris dan saya belum makan. Barangkali bapak bisa memberi sebotol air putih saya sangat haus” kata orang itu. “Tadi saya kerumah sebelah, orangnya melihat saya dan masuk kedalam tidak keluar lagi” katanya melanjutkan. Saya prihatin melihat keadaan orang itu kemudian saya persilahkan masuk.
“Jadi bapak belum makan dari kemarin?” kata saya menegaskan keadaan orang tersebut, selanjutnya saya suruh orang itu menunggu diteras rumah dan saya masuk ke dalam seingat saya di magic jar masih ada nasi jatah makan siang saya. Saya lihat ternyata nasinya hanya sedikit kalau saya kasih dia tentu saya tidak makan siang. Saya berpikir biarlah saya hanya siang ini tidak makan sedang orang itu dari kemarin. Saya ambil nasi serta lauknya saya persilahkan bapak itu untuk makan dan botolnya saya penuhi dengan air minum. Selesai makan dan minum terlihat wajah bapak yang tadi lusuh itu telah ceria dan bertenaga kembali. Setelah mengucapkan terimakasih bapak itu melanjutkan perjalanannya berkeliling menjajakan dagangannya.
Demikian pak Suripto mengakhiri ceritanya. Pengalaman itu menambah keyakinannya bahwa jika berbuat kabaikan pasti Allah akan membalas dengan kebaikan pula sesuai Firman Allah SWT dalam surat Ar-Rahman ayat ke-60 : “Tidak ada balasan kebaikan melainkan kebaikan pula”
Hari sudah larut malam Pak Suripto mohon pamit dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang saya berikan. Kejadian hari ini antara saya dan Pak Suripto betul-betul menambah keyakinan saya bahwa siapa menanam kebaikan pasti akan menuai kebaikan pula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar